Jika STNK Mati, Begini Cara Mengurusnya

Ilustrasi membayar denda kendaraan bermotor yang telat pajak | gridoto.com

Intinews.net – Bagi Anda yang pajak kendaraan bermotornya menunggak lebih baik untuk segera membayarnya, supaya status Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) tetap aktif. Karena, tahun ini Korlantas Polri bakal memberlakukan aturan baru terkait penghapusan data kendaraan.

Identitas pemilik kendaraan yang tertera di STNK bakal dihapus apabila selama dua tahun berturut-turut pajak tidak di bayar, terhitung dari habisnya masa berlaku STNK, yaitu setiap lima tahun sekali.

Bahkan kalo sudah menunggak begitu, data yang tercantum di STNK tidak bisa diaktifkan kembali. Artinya mobil maupun sepeda motor tersebut bakal menjadi rongsokan dengan kata lain tidak bisa digunakan lagi di jalan raya.

Sebelum aturan tersebut aktifkan, masyarakat di beri kesempatan untuk mengurus kewajibannya.

Melansir dari Kompas.com, Jumat (12/7/2019). Selanjutnya, bagaimana proses mengurus pajak serta mengaktifkan data yang tercantum di STNK bagi yang sekarang pajaknya nunggak?

“Prosedurnya sama saja seperti membayar pajak tahunan biasa. Persyaratannya membawa KPT asli dan STNK asli. Nominal yang harus dibayar saja yang berbeda karena dikenakan denda sesuai dengan berapa lama menunggaknya,” ujar Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji kepada Kompas.com, Jumat (12/7/2019).

Sumardji menambahkan, pemilik kendaraan tersebut bisa datang langsung ke Samsat sesuai dengan wilayah masing-masing, kemudian jika bingung disarankan untuk bertanya kepada petugas tentang bagaimana prosedur membayar pajak STNK.

“Tidak ada yang besar selain jumlah uang yang harus dibayarkan. Prosesnya juga cepat,” ucap Sumardji.

Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ. 
Perhitungan Denda PKB: 25 % per tahun 
Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12 
Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12 
Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4.

Contoh: Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000. 
Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000.

Sumber : Kompas.com

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: