Terungkap, Ini Penyebab Motor Injeksi Sering Brebet

Intinews.net – Meskipun sudah lama menjelajah di Indonesia sejak tahun 2005 silam, namun masih banyak yang beranggapan kalo motor injeksi itu lebih susah dalam segi perawatan.

Pasalnya, motor injeksi menggunakan banyak sensor serta perangkat elektronik yang riskan, sehingga dinilai butuh keahlian dan alat khusus untuk menanganinya.

Betulkah demikian? perawatan motor injeksi bukan selalu masalah servis mesinnya, melainkan juga bagaimana cara pemilik kendaraan dalam menggunakan dan memperlakukan motornya.

Baca juga: Canggih dan Keren, Dengan Alarm Ini Tanpa Mematikan dari Kontak Otomatis Motor Mati

Baca juga: Kerjasama Pabrikan India, Ducati Siap Luncurkan Motor Murah?

Nah, bagi orang awam biasanya hanya bisa pakai dan ndak terlalu peduli dengan kondisi motornya. Biasanya nunggu sampai motor itu rusak baru dibawa ke bengkel.

Sebenarnya ada beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan pemotor awam. Yang sering terjadi bensinnya habis, motor masih terus dipakai.

Padahal itu sangat bahaya, kotoran yang mengendap bisa masuk ke fuel pump dan menyumbatnya yang menyebabkan motor jadi brebet.

Selain itu, penggunaan bahan bakar bertimbal pun bisa jadi biang keladi rusaknya mesin injeksi. Motor injeksi sebaiknya jangan dikasih premium, karena bensin premium biasanya meninggalkan kotoran/karbon di tangki dan ruang pembakaran.

Nggak hanya perlu memperhatikan cara penggunaan dan cara memperlakukan, motor injeksipun juga perlu “digurah” sesekali.

Misalnya untuk membersihkan ruang bakar, tinggal tuang cairan carbon cleaner ke tangki bensin setiap 3.000 km sekali, atau menggunakan cairan pembersih yang langsung dimasukkan ke injektor setiap 10.000 km sekali.

Kedua cara tersebut bisa membuat tarikan mesin bisa menjadi kembali joss dan enak lagi di gunakan.

COMMENTS