Motor Trail Suzuki TS Yang Sempat Jadi Idaman Jaman 1990-an

Intinews.net – Motor trail yang berkapasitas 150 cc kembali meramaikan pasar roda dua Tanah Air. Setelah Kawasaki KLX yang bermanuver sendiri tanpa saingan, saat ini pengusa pasar PT Astra Honda Motor (AHM) memiliki CRF 150 yang lumayan baik diterima pecinta terabas di Indonesia.

Memang, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai agen pemegang merek (APM) Suzuki di pasar nasional belum turut memunculkan motor trail andalannya, dan baru sebatas rencana. Tapi sebenarnya, pabrikan berlambang huruf S ini pernah memiliki motor trail idaman, Suzuki TS.

Salah satu varian yang pernah masuk ke Indonesia dan terbilang sukses besar merebut hati rider motor trail negeri tercinta, adalah TS125ER.

Motor enduro ini mulai seliweran dan sangat populer di Tanah Air pada 1993. Tapi sayang, Suzuki TS 125 harus berstatus tidak dilanjutkan atau discontinue. Pasalnya, peraturan di Indonesia yang saat ini melarang semua pabrikan untuk memproduksi motor 2-tak.

Diperkenalkan Pada 1970

Pada awalnya, Suzuki TS model pertama diperkenalkan oleh Suzuki Jepang pada 1970. Mengusung nama Suzuki TS125R atau TS Duster, motor untuk kegiatan lintas alam ini cuma dijual dan dipasarkan di Amerika dan Jepang. Sekitar 20 tahun kemudian, tepatnya pada 1993, Suzuki TS125ER diluncurkan di Indonesia.

Suzuki TS 125 yang satu ini, diklaim lebih sempurna jika dibanding TS Suzuki TS 125 sebelumnya, karena mempunyai suspensi depan lebih tinggi yang dipadukan dengan monoshock.

Mampu Melibas Medan Offroad dengan Mudah

Untuk bisa menunjang performanya dalam melibas medan offroad, Suzuki TS125ER mempunyai jarak celah tanah mencapai 235 mm. Tidak hanya itu, bobotnya yang cuma 105 kg membuat Suzuki TS125ER semakin lincah saat dipacu melalui medan yang penuh tantangan.

Suzuki TS125ER dipersenjatai mesin berkapasitas 123 cc satu silinder. Dengan spesifikasi ini, motor tersebut mampu menghasilkan daya sebesar 13 Tk dan torsi mencapai 9.8 ft-lbs.

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: