Amien Rais Beri Imbalan US$100 Juta Terkait Komisaris Freeport

ANTARA FOTO/Regina Safri

Jakarta — Amien Rais Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kesal karena sering dituding pernah menjabat sebagai Komisaris Freeport McMoRan Inc. Karena hal ini, Amien menantang siapapun untuk membuktikannya.

Di kutip dari CNN Indonesia (26/07/2018) Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan akan memberikan imbalan US$100 juta bila ada pihak yang bisa membuktikan tuduhan itu.

“Ini pembunuhan karakter. Jadi ini sekarang saya tegaskan, kalau ada yang bisa membuktikan kalau saya komisaris Freeport, saya kasih 100 juta dolar,” kata dalam seminar nasional bertajuk ‘Menggugat Kesepakatan Pengelolaan Tambang Freeport’ di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7).

Lantaran tuduhan itu, banyak pihak yang akhirnya berkomentar dan memberi tanggapan negatif mengenai dirinya.

Bahkan, banyak komentar mengatakan dengan kata-kata yang tidak pantas seperti ‘sudah tua’, ‘bau tanah’, atau ‘sengkuni’.

“Memang menurut saya, ini kesantunan etiket dan etika dalam kehidupan berbangsa bernegara mengalami degredasi,” kata dia.

Meski demikian, Amien merasa bersyukur kalo tindakan zalim para pihak tersebut. Sebab, menurut Amien, akan mengurangi dosa- dosanya.

“Tapi sesungguhnya alhamdulillah karena menurut saya ini mengurangi dosa dosa saya,” kata dia.

Diluar dari tuduhan tersebut, Amien menegaskan dirinya menginginkan Freeport ditutup. Perjanjian atau Head of Agreement (HoA) dengan Freeport McMoRan Inc beberapa waktu lalu, menurut Amien, tak perlu ditindaklanjuti.

Pemerintah bersama dengan Freeport-Mcmoran dan Rio Tinto beberapa waktu lalu menandatangani kesepakatan awal terkait Pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport.

Dalam pernyataan resminya, PT Freeport Indonesia menyampaikan bahwa penandatanganan kesepakatan awal itu merupakan bagian dari proses yang memungkinkan pemerintah Indonesia untuk memiliki 51 persen saham Freeport.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan ada tiga perjanjian utama yang perlu diselesaikan paling lambat dua bulan sejak penandatangan HoA.

Pertama, perjanjian jual beli saham (sales purchase agreement) antara Freeport-McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

Kedua, perjanjian pertukaran (exchange agrrement). Terakhir, perjanjian pemegang saham (share holders agreement).

Setelah proses divestasi selesai, porsi saham Inalum di Freeport Indonesia akan terkerek menjadi 51,23 persen dari sebelumnya 9,36 persen.

Sebesar 40 persen diantaranya merupakan hasil konversi 40 persen hak partisipasi Rio Tinto di tambang Grasberg.

Sumber: FHR, CNN Indonesia

COMMENTS