Panggilan Ceramah Ustaz Abdul Somad di Tolak Ormas PGN Semarang

Intinews.net – Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Tengah, bersikukuh menolak ceramah Ustaz Abdul Somad alias UAS di Semarang, Jawa Tengah. Rencananya ustaz kondang tersebut akan mengisi pengajian di dua tempat.

Di kutip dari Viva.co.id (25/7/2018) Mohammad Mustofa Mahendra Ketua PGN Jawa Tengah membenarkan, jika pihaknya tidak menerima kehadiran Ustaz Somad di Semarang.

Hal tersebut dikuatkan dengan surat edaran penolakan yang saat ini telah beredar luas.

Alasan organisasinya menolak kehadiran UAS, lantaran di tuding sebagai tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ustaz Somad penceramah kelahiran Silo Lama, Asahan Sumatera Utara itu di tolak untuk ceramah.

“Somad itu kan HTI. Kok masih diberi ruang (ceramah). Walau mulutnya sudah bilang sudah tobat,” kata Mustofa saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 25 Juli 2018.

Sesuai jadwal, UAS bakal mengisi acara tabligh akbar di Lapangan Leboh Raya, Pedurungan Kidul pada Senin 30 Juli 2018. Selanjutnya, UAS akan mengisi acara kajian subuh akbar di masjid Jami’ Jatisari BSB, Mijen pada Selasa 31 Juli 2018.

Mustofa menyesalkan pihak penyelenggara acara yang lebih memilih mengundang Ustaz Somad. Ia menuding bahwa acara itu juga diinisasi ormas radikal.

Ia menyarankan akan lebih baik jika pengajian itu diisi oleh sejumlah kiai kondang di Jawa Tengah yang juga ulama Nahdhatul Ulama seperti Gus Yusuf, Habib Luthfi dan beberapa tokoh besar NU lainnya.

Ia menuding bahwa adanya rencana demo beberapa orang yang mendukung kehadiran Ustaz Somad dengan alasan menyuarakan kebebasan ideologi Islam sebagai sesuai yang tak patut. Karenanya organisasinya siap melakukan perlawanan.

“Ideologi Islam apa? Sudah jelas dasar negara kita itu Pancasila, dia mau bikin ideologi apa lagi? Kalau mau bikin ideologi itu kan berarti makar,” ujarnya.

Mustofa menegaskan sudah bertemu dengan aparat kepolisian dan TNI membicarakan terkait benturan dan penolakan terhadap kehadiran UAS.

“Bapak-bapak Kepolisan dan Tentara tadi sudah ketemu, intinya mereka tidak mau ada tabrakan, “katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, mengatakan tidak ada yang berhak melarang kehadiran Ustaz Somad di acara tersebut.

“Siapapun kalau mengeluarkan surat edaran silahkan saja. Tapi itu tidak mempunya kekuatan hukum yang tetap. Mana ada ormas yang melarang, ” katanya di Mabes Poli Jakarta Selatan.

Sumber: Viva.co.id

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: