Ternyata Ini Penyebab Kampas Rem Motor Cepat Habis

Sumber foto: bengkelkiringan.blogspot.com

Intinews.net – Semua part dalam kendaraan memiliki batas usia pemakaian, salah satunya adalah kampas rem.

Part yang berhubungan dengan faktor keselamatan ini tidak boleh diabaikan begitu saja oleh para pemilik motor.

Kampas rem yang diproduksi saat ini ternyata berbeda dengan kampas rem waktu dulu. Inilah yang membuat banyak pemilik kendaraan lebih kerap mengganti kampas rem, daripada sperpart yang lain, dalam jangka waktu yang pendek.

Tidak bisa dihindari, bahwa usia pakai rem begitu cepat. Lalu apa saja yang menyebabkan kampas rem menjadi cepat habis?

Berikut ini ada beberapa penyebab kampas rem cepat habis:

1. Kampas rem yang beda tebal

Kampas rem baru dengan yang lama ternyata mengalami perubahan ketebalan. Tak heran jika banyak yang mengeluh kampas rem bisa cepat habis.

Salah satu yang membuat cepat habis karena kampas beda tebal. Contohnya, tebal kampas rem bebek keluaran lama terlihat lebih tebal ketimbang kampas motor matic baru.

Ada perubahan ketebalan kampas rem sekarang dengan dulu. Dulu kampas rem ketebalannya 7 mm, namun sekarang ketebalan rem hanya 5,5 mm. Jelas, sudah ada perubahan ketebalan rem sekitar 1,5 mm.

Meski demikian, untuk alasan perubahan ketebalan dan bahan yang digunakan chief bengkel belum bisa memberikan keterangan, namun menurutnya memang kampas rem yang sekarang terasa lebih cepat habis.

2. Kondisi Jalanan

Kondisi jalanan sangat berkaitan dengan ausnya kampas rem. Situasi jalan yang semakin padat tidak menutup kemungkinan terjadi ausny kampas.

Karena semakin sering menarik atau memijak tuas rem. Begitu juga dengan tanjakan maupun menurun akan menyebabkan rem cepat habis.

Kondisi jalan yang bervariasipun perlu dipahami ketika sedang berkendara. Menghemat kampas rem bukan berarti harus menanggung resiko keselamatan.

3. Kapasitas mesin motor

Kapasitas mesin tentu ada pengaruhnya dengan usia pakai rem. Semakin besar kapasitas mesin maka akan semakin besar dimensi motor yang diusungnya. Hal ini menjadikan beban pengereman pun meningkat.

Untuk itu, tidak heran jika saat ini banyak produsen yang memproduksi motor berkapasitas mesin yang besar akan berpengaruh semakin boros kampas rem yang dipakai.

4. Gaya erkendara

Gaya berkendara, terutama anak-anak muda kerap kali memacu motor dengan cepat dan melakukan pengereman mendadak. Ini akan membuat gesekan rem dan piringan cakram bekerja lebih keras.

Tak hanya kecepatan, muatanpun memiliki pengaruh terhadap usia pakai rem. Beban yang semakin berat akan membuat kerja rem menjadi lebih berat pula.

Sumber: liputan6.com – Wahana Honda

COMMENTS