Anggota DPR RI Ditangkap KPK Saat Berada di Rumah Mensos, Duit Total 500 Juta di Amankan

Intinews.net –  Eni Maulani Saragih, Anggota DPR RI yang menjabat Wakil Ketua Komisi VII bersama delapan orang lainnya ditangkap KPK dalam suatu operasi tangkap tangan yang terjadi Jumat (13/7/2018) sore hingga malam.

Apesnya, Eni Saragih ditangkap di Rumah Menteri Sosial Idrus Marham ketika sedang menghadiri pesta.

Saat itu, Mensos sedang merayakan ulang tahun anaknya yang mengundang rekan kerja, salah satunya anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Eni merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Ia terpilih setelah bertarung dalam Pileg 2014 di Dapil X Jawa Timur.

Melansir dari tribunnews.com (13/7/2018), dugaan transaksi suap berlangsung sebelum Eni Saragih datang ke rumah Mensos. Sebelumnya KPK menangkap beberapa orang lainnya, selanjutnya menyusul Eni ke kerumah Mensos.

Ketika sedang berada di kediaman Mensos Idrus, petugas KPK datang. Awalnya Eni Saragih mengelak, namun petugas KPK selanjutnya memperlihatkan surat perintah.

Akhirnya Eni dibawa keluar rumah Idrus Marham, di tengah keceriaan yang sedang berlangsung.

KPK ungkap uang yang berhasil disita dalam operasi itu sebesar Rp 500 juta.

KPK membenarkan penangkapan Eni. “KPK mengamankan uang rupiah ratusan juta. Kami duga terkait dengan tugas di Komisi VII DPR,” ungkap Ketua KPK, Agus Rahardjo.

KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum menentukan status hukum mereka yang tertangkap.

Eni Maulani Saragih yang lahir di Jakarta, 13 Mei 1970, merupakan istri M Al Khadziq. Pasangan tersebut dikaruniai dua anak.

Ia adalah legislator dari Partai Golkar. Pada Pileg 2014, Eni bertarung di Dapil Jatim X, meliputi Lamongan, dan Gresik.

Pada periode 2014-2019 Eni bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup.

Dari aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses Jumat malam, tercatat Eni menyetor LHKPN pada 29 Desember 2014.

Berapa hartanya? Milliaran rupiah. Tepatnya, Rp 7.217.632.000 dan 20 ribu dolar AS. Totalnya sekitar Rp 7,5 miliar.

Rincian harta berupa 8 tanah dan bangunan dengan nilai Rp 3.180.604.000. Eni juga memiliki 1 unit mobil Toyota Innova. Eni juga melaporkan memiliki simpanan logam mulia senilai Rp 2.939.100.000.

Wakil Sekjen Golkar Maman Abdurrahman membenarkan Eni Maulani Saragih ditangkap KPK ketika berada di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham di kawasan Widyachandra, Jakarta Selatan, Jumat (13/7).

Menurut Maman, Eni waktu itu berada di sana untuk menghadiri acara pesta ulang tahun anak Idrus. Eni, kata Maman, sudah berada di rumah Idrus waktu itu sekira pukul 14.00 WIB sebagai salah satu tamu undangan.

Setelah satu jam kemudian penyidik KPK datang ke rumah tersebut meminta bertemu dengan anggota fraksi Golkar di DPR tersebut.

“Sekitar pukul 15.00 WIB datang petugas KPK menemui Mbak ES untuk ikut ke Kantor KPK untuk dimintai keterangan dengan menunjukkan sprindik,” kata Maman melalui pesan singkat, Jumat.

“Sekitar pukul 15.15 WIB, ES izin pamit pergi bersama KPK,” lanjutnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memeriksa secara intensif kepada sembilan orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan ( OTT) di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

“Sembilan orang yang kami amankan tadi sudah dibawa ke kantor KPK dan sedang dalam proses pemeriksaan secara intensif,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta.

Adapun sembilan orang yang diamankan tersebut terdiri dari anggota DPR RI, staf ahli, swasta, serta sopir.

“Dari sembilan orang tersebut, ada dari pihak swasta yang kami duga sebagai pihak pemberi, juga ada staf ahli, sopir dan pihak-pihak lain yang terkait yang perlu kami mintakan keterangan,” ucap Febri.

Febri mengatakan bahwa tim KPK juga mengamankan uang sejumlah ratusan juta rupiah dalam OTT itu

“Jadi, dari kegiatan tim penindakan sore sampai malam ini ada sekitar sembilan orang yang kami amankan, dan sejumlah uang ratusan juta rupiah yang juga kami bawa ke kantor KPK sebagai barang bukti dari lokasi,” tuturnya.

KPK bakal mendalami lebih lanjut terkait sangkaan pemberian uang itu. “Sejauh ini kami duga terkait dengan kewenangan anggota DPR dari Komisi VII,” ujar Febri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni M Saragih salah satu yang juga diamankan.

Komisi VII DPR sendiri membidangi sektor energi sumber daya mineral, riset dan teknologi serta lingkungan hidup.

Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Diduga Terkait Tugas Komisi VII DPR

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di Jakarta terhadap anggota DPR pada Jumat (13/7/2018).

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, penindakan yang dilakukan KPK terkait dengan tugas anggota DPR tersebut.

“KPK mengamankan uang rupiah ratusan juta. Kami duga terkait dengan tugas di Komisi VII DPR RI,” ujar Agus Rahardjo saat dihubungi Kompas.com, Jumat malam.

Agus tidak menjelaskan secara detail mengenai siapa anggota DPR yang diamankan KPK.

Dia juga belum mau memberi pernyataan mengenai kasus tersebut.

Sejauh ini, KPK telah mengungkap bahwa uang Rp 500 juta diamankan dalam OTT tersebut.

Uang tersebut diduga sebagai transaksi suap terhadap penyelenggara negara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas KPK juga membawa delapan orang lainnya untuk diperiksa. Delapan orang lainnya terdiri dari staf ahli anggota DPR, sopir dan pihak swasta. J

uru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat.

Petugas KPK kemudian menemukan bukti-bukti transaksi antara swasta dan penyelenggara negara.

Sumber: (Tribunnews/Kompas.com)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: