Bulan Depan Ahok Bebas, Namun Tergantung Dapat Remisi atau Tidak

Intinews.net – Terkait pertanyaan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kapan bebas dari penjara ramai di perbincangkan publik.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, memvonis Ahok dua tahun penjara pada 9 Mei 2017.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu terjerat kasus penodaan agama.

Ahokpun berusaha ingin bebas dengan mengajukan peninjauan kembali (PK) akan tetapi ditolak oleh Mahkamah Agung.

Sekarang ini, Ahok masih mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Melansir dari jabar.tribunnews.com (11/7/2018), Salah satu pengacara Ahok, I Wayan Sudirta pernah mengatakan Ahok bisa bebas Agustus tahun ini.

Wayan mengatakan, hal tersebut dengan mempertimbangkan remisi yang diterima oleh Ahok.

“Ahok sudah mendapatkan remisi Natal dan peluang remisi 17 Agustus, plus ketentuan menjalani dua pertiga hukuman,” kata pengacaranya, I Wayan Sudirta beberapa waktu lalu, seperti di kutip dari jabar.tribunnews.com.

“Untuk sekarang, nanti Natal, pak Ahok akan mendapat pengurangan hukuman otomatis 15 hari, sebagai ketentuan remisi khusus sebagai pemeluk agama Kristen,” kata I Wayan Sudirta kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia, 20 Desember 2017 lalu, dikutip dari Tribun Pontianak yang melansir dari Kompas.

“SK-nya belum ada, tapi nanti sekadar proses yang formalitas saja, karena remisi ini ketentuan yang berlaku otomatis sesuai menurut Keppres 174/1999,” tambahnya.

Dalam Keppres tersebut, Wayan mengatakan remisi khusus sebanyak 15 hari di berikan kepada narapidana yang merayakan hari besar keagamaan dan sudah menjalankan hukuman setidaknya selama enam bulan.

Ada juga remisi umum, yaitu pengurangan hukuman saat 17 Agustus.

Remisi umum itu syaratnya adalah sudah menjalani satu tahun penjara.

Ahok tidak mendapatkan remisi umum pada 17 Agustus lalu, karena ia baru masuk penjara pada 9 Mei 2017.

Selain itu, kata I Wayan Sidarta Ahok juga bisa mendpaat remisi lainnya.

“Misalnya karena di penjara berkelakuan baik, berjasa bagi negara, melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama napi, dan lain-lain.”

Oleh karenanya, ada juga ketentuan terkait pembebasan bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa hukuman.

Dalam hitungan kasar, di luar remisi, Ahok sudah menjalani dua pertiga masa hukuman pada September 2018 nanti.

Akan tetapi dengan remisi Natal 15 hari, plus remisi umum hari kemerdekaan, maka Ahok bisa bebas seenggaknya pada 17 Agustus nanti.

Pada lain waktu, adik dan juga pengacara yang tergabung dalam tim kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra mengatakan Ahok bakal bebas murni awal 2019.

Hal itu disampaikannya ketika menjadi bintang tamu di Catatan Najwa yang dipublikasikan pada Senin (16/4/2018).

“Tergantung dapat remisi atau enggak, remisinya berapa bulan atau berapa hari. Kemarin cuma 15 hari, kita tunggu 17 Agustus dapat berapa hari. Kemudian Desember berapa hari. Kalau bebas murni kayaknya awal tahun 2019, deh,” ucap Fifi.

Walau begitu, menurut Fifi Ahok masih memiliki kemungkinan bisa bebas pertengahan tahun ini dengan mengajukan kebijakan bebas bersyarat seperti yang disampaikan I Wayan Sidarta.

Akan tetapi, pihak Ahok belum memutuskan hal itu dan masih akan melihat kondisi yang terjadi.

“Ya, kalau bebas bersyarat, tetapi riskan, ya, satu tahun kemudian. Belum tahu, sih, semua masih banyak pertimbangan. Kami lihat situasi dan kondisi, sekarang saja orang-orang sudah ketakutan, padahal masih di dalam penjara,” ujar Fifi.

Sumber: jabar.tribunnews.com

COMMENTS