Sebenarnya Perlukah Motor Kecil Menggunakan Sistem Pengereman ABS?

Intinews.net – Sistem ABS (anti-lock braking system) pada motor hanya digunakan untuk mesin berkapasitas besar atau motor premium.

Sistem pengereman ini diklaim bisa meningkatkan keamanan dan juga kenyamanan dalam berkendara.

Namun teknologi ini belum di terapkan untuk semua motor kecil. Padahal motor kecil berkapasitas di bawah 250 cc sangat digemari di negara berkembang, seperti Indonesia dan negara Asia Tenggara yang lain.

Perkembangan skutik yang besar di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah kecelakaan yang melibatkan motor kecil.

Seperti intinews.net kutip dari liputan6.com, Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) 36 persen kecelakaan yang terjadi di Indonesia rata -rata sepeda motor.

Hal tersebut dikuatkan oleh pernyataan dari Bosch, yang menunjukkan ada 21 ribu kecelakaan yang melibatkan sepeda motor terjadi di Indonesia dan Thailand setiap tahun.

Sebagian pabrikan masih ragu-ragu melengkapi motor kecilnya dengan teknologi pengereman ABS.

Padahal dari jenis motor inilah mereka mendapat banyak untung. Dengan melengkapi ABS diharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan yang melibatkan motor kecil.

Sebenarnya pengaplikasian sistem ABS di motor kecil bukanlah sulit.

Beberapa waktu lalu Bosch pernah memperkenalkan teknologi sistem ABS versi 10 yang bisa diterapkan pada motor dengan mesin ber-cc kecil. Ukuran ABS ini lebih kecil dari produk sebelumnya, sehingga memang cocok untuk motor sekelas 125 cc seperti bebek dan skutik.

Jika pabrik pembuat onderdil sudah siap, tinggal bagaimana dengan produsen roda dua? Sebagai pabrikan yang paling banyak menjual motor di Indonesia, terutama skutik, Honda mengatakan belum ada rencana melengkapi semua lini produknya dengan ABS, pasalnya pabrikan berlogo sayap mengepak ini juga peduli terhadap keselamatan berkendara.

Untuk motor kecil, sekarang ini Honda hanya mengandalkan sistem pengereman CBS (Combi Brake System), yang sudah diterapkan di Vario.

CBS berfungsi untuk memperpendek jarak pengereman dengan cara mengombinasikan pengereman belakang dan depan dengan porsi tekanan berbeda.

Di bawah motor besar, Honda baru menerapkan Fitur ABS pada Honda CBR250RR dan skutik PCX 150.

“Untuk penerapan di model lain masih kami studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk perkembangan kebutuhan konsumen di segmen tersebut ya,” ujar Rina Listiani, Public Relations Manager PT Astra Honda Motor (AHM)

Sampai saat ini Honda belum mendapat banyak permintaan dari konsumen untuk melengkapi teknologi ABS di motor-motor kecil yang laris. “Permintaan konsumen (terhadap ABS) yang banyak di segmen motor PCX dan CBR itu. Jadi kita penuhi kebutuhan tersebut dengan meluncurkan varian dengan tipe ABS,” terangnya.

Honda belum menganggap perlu ABS dipasang di jenis skutik dan bebek. Keberadaan sistem pengereman CBS dianggap sudah cukup untuk menunjang keselamatan berkendara di jenis ini.

“Sejauh ini kebutuhan konsumen skutik lainnya terpenuhi dengan CBS,” kata Rina.

Sebenarnya penggunaan ABS di motor-motor kecil mendapat dukungan dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di jaman ketua umum AISI Gunadi Sinduwinata. Hanya saja AISI belum melihat kesiapan dari pabrikan untuk pemakaian ABS di motor kecil.

AISI berpendapat jangan membuat regulasi tetapi produk ABS tidak ada. Penggunaan ABS di motor kecil realisasinya bisa jadi pada dua atau tiga tahun lagi.

Sumber : Otosia.com (kompas.com)

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: