Ternyata Penyebabnya Ini, Korban KM Sinar Bangun Tidak Mengapung di Danau Toba

INTINEWS.NET – Ternyata Penyebabnya Ini, Korban KM Sinar Bangun Tidak Mengapung di Danau Toba

Seperti diketahui, Gunung Toba mengalami tiga kali erupsi besar.

Pada letusan pertama sekitar 850 ribu tahun silam dan membentuk kaldera di kawasan Porsea dan Sibaganding, sebelah utara Danau Toba.

Adapun letusan ketiga merupakan yang paling besar, terjadi sekitar 74.000 tahun silam. Besarnya material yang dimuntahkan menghasilkan Kaldera Toba, erupsi ini terkenal dengan sebutan Super Volcano.

Nah, Kaldera itulah yang kini disebut-sebut menjadi kuburan bangkai KM Sinar Bangun.

“Posisi bangkai kapal Sinar Bangun berada di Kaldera Haranggaol yang meledak 500.000 tahun lalu. Letaknya di sebelah utara, ini wilayah terdalam Danau Toba,” kata Gagarin, mengutip dari kompas.com.

Ia menjelaskan, kedalaman Danau Toba disebutkan 500-an meter lebih, berdasarkan Hasil penelitian terakhir yang dilakukan perguruan tinggi milik Amerika Serikat.

“Dengan kedalaman seperti itu, jasad dan bangkai kapal juga butuh waktu untuk sampai ke dasar meskipun dalam keadaan tanpa arus. Sehingga jasad korban juga butuh waktu untuk naik ke atas,” kata Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Sumut ini.

“Ini bisa dijadikan pertimbangan. Kita juga belum pernah melakukan simulasi berapa kecepatan turun dan naiknya sehingga bisa memperkirakan berapa baru baru muncul di permukaan,” sambungnya.

“Belum lagi kita bicara hipotesa lain, misalnya ternyata kapal awalnya berada di dasar yang miring, bukan yang terdalam. Lalu meluncur ke bawah, menyebabkan arus turbidit serta lumpur ke permukaan. Mungkin di bawah sudah tercampur lumpur,” ujarnya.

Sumber: (TribunJabar.id/Kompas.com/Tribun Medan – Indan Kurnia/Tarsisius Sutomo)

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: