Pilpres 2019 Demokrat Mau Sandingkan JK-AHY, Ketum PPP Katakan Belum Tentu Berhasil

 

INTINEWS.NET – Ketua umum  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menanggapi santai rencana Demokrat yang bakal menduetkan mantan Ketum Golkar Jusuf Kalla dengan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Romi wacana tersebut tidak punya jaminan sukses bakal sukses di Pilpres 2019.

“Jadi saya bisa mengatakan bahwa wacana dikembangkan oleh Demokrat sama sekali tidak memiliki prospek untuk 2019 yang akan datang,” kata Romi usai menghadiri halal bihalal, tasyakur ulang tahun ke-65 ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (3/7) malam.

Diapun mengingatkan Demokrat. Sebelum mengatakan nama calon yang bakal diusung, seharusnya memastikan dulu rekan koalisi.

Sampai saat ini, selain Demokrat ada tiga partai yang belum menentukan sikap politiknya yaitu PAN, PKB, dan PAN. Romi melihat tiga partai tersebut belum menunjukkan keinginan bergabung dengan Demokrat.

“Sejauh ini saya tidak melihat satu sinyal bahwa PKB, PAN, dan Demokrat akan bergabung satu berkoalisi. Jadi saya bisa mengatakan bahwa wacana dikembangkan oleh Demokrat sama sekali tidak memiliki prospek untuk 2019 yang akan datang,” ungkap Romi.

Di samping belum jelasnya peta koalisi Demokrat, ada indikasi lain. Yaitu belum ada keinginan JK untuk menjadi capres.

“Yang kedua juga saya belum pernah mendengar sering bertemu semenjak bertemu Pak Jk berkeinginan untuk menjadi jadi calon presiden. Belum pernah,” tegas Romi.

Dalam dua hari terakhir tersebar gambar poster duet Jusuf Kalla (JK) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dihubungkan dengan isu Pilpres 2019. Gambar tersebut diedarkan elite Partai Demokrat.

Munculnya poster tersebut dikaitkan dengan silaturahmi JK ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Muncul dugaan silaturahmi itu bagian dari agenda politik.

Imelda mengatakan, pertemuan JK dan SBY beberapa waktu silam merupakan silaturahmi biasa. Namun banyak yang menduga pertemuan itu upaya memasangkan JK dengan AHY sebagai pasangan capres dan cawapres.

Imelda menjelaskan, rencana duet JK-AHY sudah lama didengungkan kader Demokrat.

Pada akhir Juni lalu ada pertemuan kader Demokrat dan dilakukan polling para pengurus inti.

Hasil polling menunjukkan jika ada tiga koalisi, mereka memilih bergabung dengan koalisi ketiga atau poros ketiga.

“Dan kebanyakan mereka menuliskan nama JK-AHY dan ini bukan keputusan majelis tinggi partai. Keputusan majelis tinggi partai akan disampaikan menjelang pendaftaran Pilpres Agustus nanti,” jelasnya.

Menurutnya, perpaduan JK-AHY sangat ideal. JK dinilai multitalenta dan berhasil menjadi wapres SBY selama lima tahun.

Keduanya berhasil mengatasi konflik di tahun 2003 2004, bersama-sama rekonsiliasi Aceh.

Sedangkan AHY memiliki pengetahuan bidang militer dan administrasi serta memiliki konsentrasi di bidang ekonomi kreatif untuk mencuri perhatian kaum milenial atau pemilih pemula.

“Hasil survei sampai saat ini untuk cawapres, Mas Agus tertinggi. Hampir di seluruh survei Mas Agus yang tertinggi,” katanya. ( Sumber: merdeka.co

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: