Nah loh! Lantaran Pilkada Ricuh, Pemenang Pilgub Sumut Terancam Bisa Tertunda

Jakarta – Pengumuman hasil pemenang Pilkada Sumatera Utara bisa tertunda lantaran terjadi kericuhan dalam proses Pilkada di Tapanuli Utara pada Rabu, 27 Juni 2018.

“Kalau enggak ada dari situ, bagaimana mau menetapkan pemenang Pilgub. Harusnya kalau enggak ada masalah, Kamis malam ini selesai penghitungan suara”, ujar KPU Sumatera Utara, Iskandar Zulkarnain pada Seperti di kutip dari tempo.co Kamis, 28 Juni 2018.

Kericuhan terjadi di Tapanuli Utara waktu pencoblosan tengah berlangsung. Beberapa massa datang dan menduduki Kantor KPU Tapanuli Utara.

Massa yang gerampun ikut melakukan kerusuhan dengan merusak sebagian barang yang ada di Kantor KPU.

Iskandar mengatakan, massa merusak alat Pengelolaan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Massapun ikut merampas formulir C1 dan merusak komputer di Kantor KPU.

Saat berlangsung kerusuhan, baru 17 persen suara Pilgub dari Kabupaten Tapanuli Utara yang masuk ke KPU Sumatera Utara. Padahal jika tidak ada kendala, perhitungan diprediksi dapat selesai dalam 2×24 jam.

Kerusuhan bermula dari adanya isu telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Bupati saat penyerahan kotak suara dari tingkat KPPS ke PPK, ada indikasi kecurangan di formulir C1.

Formulir C1 yang berhologram belum dimasukkan ke dalam kotak bersama data rekapitulasi perolehan suara. Sehingga kotak suara dibuka kembali meski sudah disegel.

“Isu itu beredar menjadi sebuah tudingan kecurangan. Lalu massa tiba-tiba langsung datang, diambilnya formulir C1 dan berkas-berkas lainnya”, sebut Iskandar.

Iskandar menyesalkan kejadian kerusuhan tersebut. Terlebih menurut Iskandar, waktu terjadi kerusuhan ada pihak kepolisian dilokasi.

“Kenapa massa bisa masuk ke KPU, melakukan pengrusakan, kok enggak ada tindakan. Padahal ada polisi di sana. Kami meminta jaminan keselamatan rekan kami di KPU Tapanuli Utara. Pak Kapolda  juga harus bisa menjelaskan ke masyarakat luas”, lanjut Iskandar.

Pilkada Bupati di Tapanuli Utara sendiri tiga pasangan calon. Mereka adalah pasangan Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat, pasangan Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat-Frengky P Simanjuntak dan pasangan Chrismanto Lumbantobing-Hotman P Hutasoit.   Sumber:  IIL ASKAR MONZA (tempo.co)

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: