Nah loh! Gegara Sebut “Mudik Neraka” Habiburokhman Dilaporkan Seorang Mahasiswa

Sumber foto: KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang mahasiswa bernama Danick Danoko melaporkan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman karena dianggap telah menyebarkan kebencian dengan menyebut “mudik neraka” di akun media sosial pribadinya.

Danick menyebut, ujaran tersebut diunggah di akun Twitter Habiburokhman pada Rabu (20/6/2018) kemarin.

Menurut Danick, twit atau kicauan Habiburokhman tersebut diunggah untuk menggambarkan macetnya arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak pada tanggal 13 Juni 2018 atau dua hari menjelang Lebaran.

Danick mengaku tak merasakan kemacetan seperti yang diucapkan Habiburokhman.

“Jadi saya laporkan ini atas dasar karena saya mahasiswa yang kebetulan lewat situ untuk antar teman saya yang mau pulang ke Lampung. Terus di situ setelah saya ngantar teman saya, saya balik lagi ke rumah. Nah dalam perjalanan itu saya tidak menemukan kemacetan yang parah. Macet hanya di exittol, dan di antrean masuk ke kapal,” papar Danick ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (21/6/2018).

Berdasarkan kondisi yang ia lihat sendiri, ia menyatakan ujaran politisi tersebut tak benar adanya.

“Karena saya ingin Bapak sebagai seorang politisi kan, ketua DPD Gerindra dan dia panutan saya juga sih sebenarnya. Cuma saya ingin kalau ngomong itu sesuai dengan bukti yang ada begitu. Jangan malah ngomonghanya untuk kepentingan politik saja,” kata Danick.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya laporan tersebut.

“Ya memang yang bersangkutan melapor kemarin. Sedang kami proses laporannya,” kata Argo, Kamis.

Habiburokhman dilaporkan dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian bermuatan permusuhan dan SARA dan atau pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Saat dihubungi terpisah Habiburokhman mengatakan akan melaporkan balik pihak-pihak yang melaporkan dan menganggap pernyataannya tersebut tak benar.

“Saya sudah baca, saya akan laporkan balik yang bersangkutan (Danick). Selain keterangan sopir saya, saya punya bukti konkret bahwa saat itu benar macet parah. Selain melaporkan balik si pelapor, saya akan melaporkan juga pihak-pihak yang menuduh saya berbohong,” kata Habiburokhman, Kamis.

Menurut dia, padatnya arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak dialami sopir pribadinya. Ia menunjukkan percakapan melalui aplikasi pesan singkat mengenai kemacetan tersebut.

Penulis: Sherly Puspita
Editor: Egidius Patnistik

Sumber: kompas.com

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: