Ini Makanan Terbaik Untuk Sahur dan Berbuka Supaya Daya Tahan Tubuh Tetep fit

Foto: plus.google.com

Kabar ngetrends –  Sehat dengan menyeimbangkan asupan makanan ketika sahur dan berbuka puasa. Semua kaum muslim yang beriman harus menjalankan ibadah puasa. Selama hampir 13 jam tubuh tidak memperoleh asupan makanan dari pagi sampai sore hari. Sudah pasti nutrisi serta cairan tubuh menyusut.

Meskipun demikian, untuk tiap-tiap orang yang menjalankan beribadah puasa mesti tetap menjaga asupan makanan supaya tubuh terus mendapatkan nutrisi meskipun tengah berpuasa.

Melansir dari brilicious.brilio.net, Ketua Departemen Ilmu Gizi RSCM FKUI, dokter Fiastuti Witjaksono SpGK, mengimbau pada warga untuk mengkonsumsi makanan sehat seimbang untuk melindungi ketahanan tubuh selama berpuasa.

Baca juga: Belum Banyak Yang Tau! Berkaca Dari Adara Taista, Deteksi Kanker Kulit Dapat Dilakukan dari Android

Baca juga: Belum Banyak Yang Tahu, Inilah 4 Manfaat Berpuasa Dan Bisa Mencegah Penuaan

Menurut dia, langkah makan makanan sehat yaitu dengan menyeimbangkan asupan makanan saat sahur serta berbuka puasa. Selagi sahur, Fiastuti menyarankan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, roti atau bihun. Diluar itu juga protein hewani bagus dikonsumsi seperti ikan, ayam, telur, tempe, serta tahu.

” Lemak bisa didapat dari minyak, satu gelas susu juga bisa dikonsumsi untuk menutup sahur. Jangan lupa perbanyak minum air putih dua sampai tiga gelas dan tidak lupa untuk mengkonsumsi sayur dan buah, ” tuturnya waktu ditemui media di Jakarta, Selasa (22/5).

Disamping itu, untuk berbuka puasa, ia merekomendasikan supaya masyarakat mengkonsumsi makanan manis untuk menggantikan kadar gula yang turun. Serta untuk makan besarnya sama dengan menu sahur namun Fiastuti tidak menyarankan mengkonsumsi susu.

Komposisi makan waktu berpuasa menurut Fiatuti yaitu 40 persen saat sahur yang terbagi dalam 30 persen makan besar dan 10 % makan kecil ; 50 % saat berbuka puasa dimana 10 % makan manis, 30 % makan besar dan 10 % makan kecil ; serta 10 % makan kecil sehabis salat tarawih.

” Jadi pola makan saat puasa perlu disesuaikan dengan perubahan frekuenai makanan saat puasa. Jumlah makanan saat puasa disesuaikan dengan kondisi diri. Komposisi makanan harus seimbang, cairan harus tercukupi dan pemilihan style dan suhu minuman harus sesuai, ” tutup Fiastuti.

Sumber: brilicious.brilio.net

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: