Belum Banyak Yang Tau! Berkaca Dari Adara Taista, Deteksi Kanker Kulit Dapat Dilakukan dari Android

Sumber foto: Kolase/Nakita.id

Kabar ngetrends –  Berita duka datang dari keluarga bekas Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Indonesia, Hatta Rajasa.

Sang menantu yang bernama Adara Taista wafat pada Sabtu (19/5/2018). Kepergian istri Rasyid Rajasa ini cukup mengagetkan publik, ia wafat di umur yang begitu muda, yakni 27 tahun.

Adara meninggal di Rumah Sakit Moriyama Memorial Tokyo. Beritanya, Adara meninggal karna penyakit kanker kulit. Nah, Moms nyatanya kanker kulit dapat diobati apabila sudah di ketahui mulai sejak stadium awal.

Umumnya, seorang yang menderita kanker kulit baru mengerti kalau kelainan pada kulitnya merupakan hal yang beresiko setelah mencapai stadium lanjut.

Gejala-gejala awal kanker kulit yaitu timbulnya bercak, tonjolan, tahi lalat, nyeri, sisik, serta perubahan warna kulit.

Berita gembira untuk kita semua saat ini mendeteksi kanker sejak dari awal dapat kita lakukan dengan gampang.

Melansir dari laman nakita.grid.id, Deteksi kanker kulit dapat memanfaatkan aplikasi telpon seluler yang bernama Skinvision.

Moms bisa mengunduhnya di Play Store atau iOS.

Aplikasi Skinvision

Langkah menggunakan aplikasi ini cukup gampang, Moms cuma butuh memphoto area kulit yang di anggap mengalami gejala kanker kulit, selanjutnya aplikasi bakal melakukan screening dan menampilkan hasilnya.

Aplikasi ini cukup banyak membantu beberapa orang yang menderita kanker kulit, salah satunya adalah seseorang wanita bernama Natalie Killian asal Inggris.

Ditulis dari express. co. uk, ia mengungkap kalau kanker kulit yang ia derita terdeteksi mulai sejak awal karna aplikasi smartphone, Skinvision.

Berdasar pada hasil analisis aplikasi, tahi lalat yang berada di dada Natalie terindikasi cukup berisiko.

Natalie segera pergi ke dokter kulit, namun menurut sang dokter tahi lalatnya tidak beresiko dan memintanya pulang tanpa ada perlu kuatir.

Beberapa hari kemudian, tim dari Skinvision kirim e-mail supaya Natalie segera memeriksakan tahi lalatnya kembali.

Awalannya, Natalie meremehkan e-mail itu dan berasumsi aplikasi itu cuma dibuat-buat.  Namun, beberapa waktu kemudian Natalie mulai merasakan kalau tahi lalatnya beralih bentuk dan merasa begitu sakit.

Natalie lantas memperiksakan-diri ke dokter, dengan membawaserta data medis berbentuk bebrapa photo perubahan tahi lalatnya yang berada di aplikasi.

Tim dokter yang mengecek Natalie lantas memberi diagnosis kalau Natalie menderita basal cell carcinoma (BCC), yakni kanker kulit ganas.

Mujur, penanganan kanker mulai sejak awal bisa mepercepat sistem penyembuhan dan Natalie dapat lebih cepat mengalami kesembuhan.

Sumber: nakita.grid.id

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: