Kementrian Agama Rilis Daftar 200 Penceramah Yang Di Anggap Moderat

Sumber gambar: (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Kabar ngetrends –  Kementerian Agama (Kemenag)  merilis 200 nama penceramah yang dipandang moderat dan jauh dari ajaran intoleran serta radikal.

Melansir dari nasional.kompas.com (15/5/2018) Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkap, pihaknya merilis 200 nama itu untuk penuhi keinginan masyarakat.

” Karena dalam beberapa hari terakhir, kami banyak mendapat pertanyaan dari sejumlah kalangan terkait kebutuhan untuk bisa mendapat penceramah yang baik, ” kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Baca juga: Gegara Rilis Daftar 200 Ulama, Eggi Menuding Menteri Agama Berpolitik

Lukman menyebutkan, permohonan itu biasanya datang dari mushola atau majelis ta’lim yang berada di kementerian, instansi atau lembaga pemerintah, sampai Badan Usaha Punya Negara.

Oleh karenanya, Kemenag segera meminta info dari beberapa ormas Islam, masjid besar, tokoh tokoh ulama, kyai serta pemuka agama.

” Lalu kemudian kami menghimpun saat ini karna untuk segera dapat memenuhi harapan pihak yang menghendaki daftar nama penceramah itu, lalu yang pertama ini baru 200 daftar itu lah yang kami dapatkan, ” kata dia.

Daftar 200 nama itu bisa di lihat di website resmi Kemenag. Menurut Lukman, nantinya daftar nama itu bakal jadi jadi bertambah bersamaan dengan verifikasi yang dikerjakan Kemenag.

” Bukan berarti yang tidak termasuk daftar 200 itu bukan penceramah moderat. Tapi yang jelas, yang 200 itu sudah benar-benar atas rekomendasi dari sejumlah kalangan, ” kata Lukman. Lukman menyebutkan, ada tiga tanda yang dipakai Kemenag.

Pertama, penceramah mesti mempunyai kompetensi tinggi pada ajaran agama Islam. Ke dua, penceramah itu mesti mempunyai pengalaman yang cukup dalam berdakwah.

Ke tiga, penceramah itu harus dapat dibuktikan mempunyai prinsip kebangsaan yang tinggi. Meski demikian, Lukman menyatakan kalau masyarakat tidak harus menghadirkan ulama yang berada di dalam daftar ” Tidak ada kewajiban. Itu adalah nama-nama bagi mereka yang membutuhkan dan memerlukan, ” kata dia.

Sumber referensi: nasional.kompas.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: