Pengelola Tol Minta, Agar Syahrini Minta Maaf

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengkritik keras perilaku serta gaya artis Syahrini yang berfoto shelfi di bahu jalan di Tol di Surabaya.

Budi menyatakan bahu jalan tol ditujukan untuk kendaraan yang mengalami kondisi darurat (emergency) atau masalah, bukanlah untuk pengambilan gambar atau session photo.

“Kalau untuk bebrapa photo kurang cocok dan bukan pada tempatnya, ” kritik Dirjen Hubdat, Jumat (9/3/2018).

“Mungkin dia (Syahrini) belum mengerti kegunaan sebenarnya bahu jalan tol sesuai undang-undang. Kemenhub, ” kata dirjen.

Akan tetapi Kementerian Perhubungan tidak mempunyai wewenang memberi sangsi bila ada orang-orang yang memakai bahu jalan tol untuk kebutuhan lain serta kewenangnya adanya di kepolisian.

Syahrini berfoto di bahu Jalan Tol di Surabaya Tanpa ada Izin PT Citra Margatama Surabaya (PT CMS) sebagai operator ruas tol Waru – Juanda Surabaya. Aktivitas pemotretan yang dilakukan bekas pasangan menyanyi Anang Hermansyahg ini memetik pro-kontra serta tidak mematuhi undang-undang lalulintas.

Syahrini dipandang tidak mematuhi Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 mengenai Jalan serta terancam hukuman kurungan maksimum 18 bulan.

Humas PT Citra Margatama Surabaya (CMS) Zulkhoir sebagai pengelola Tol Waru-Juanda memohon supaya Syahrini meminta maaf pada orang-orang atas tindakan manjanya di ruas tol ini.

“Syahrini jelas tidak mematuhi berhenti di KM 8. 700 dan harus meminta maaf ke public, ” pinta Zulkhoir.

“Sesuai ketentuan tidak dibenarkan kendaraan berhenti di bahu jalan terkecuali ada kendala pada kendaraannya. ”

Disayangkan juga waktu rombongan artis berhenti di bahu jalan tol itu ada pengawalan patwal yang semestinya sudah tau ketentuan dan harusnya melarangnya bukannya malah membiarkan.

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: