Napak tilas, Khofifah Ingin lestarikan Cagar Budaya Pertapaan Ken Arok

Ken Arok atau ditulis Ken Angrok dengan gelar Sri Rajasa San Amurwabhumi, memerintah Singasari di tahun 1222 sampai 1227. Dari Ken Arok berikut lahir raja-raja besar di Nusantara. Satu diantara keturunan Ken Arok yang populer yaitu pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya dengan gelar Naraya Sanggramawijaya Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana. 
Siapa saja yang datang kesini (Patirtan Taman Pasupati), pasti sukses. Sudah banyak yang datang kesini dan sukses. Ibu (Khofifah) di Pilgub ini kalau tidak ada suatu hal juga akan sukses. ” ucap juru kunci pura, Romo Irwai. Seperti yang dilansir dari rilis tim Khofifah, Senin (05/03/2018). 
Sebelumnya napak tilas ke pura peninggalan suami Ratu Ken Dedes itu, Khofifah lebih dahulu menyapa warga di beberapa tempat di Malang, Minggu (4/3). Lalu blusukan ke Desa Jenglong, serta napak tilas ke satu diantara cagar budaya di kaki Gunung Kawi waktu malam harinya. 
Bekas Menteri Sosial ini lalu menuju tempat hening di lereng Gunung Kawi. Untuk menjangkau tempat pertapaan Ken Arok, Khofifah masih tetap mesti jalan menyusuri jalan setapak. Hingga di Pura Patirtan Taman Pasupati, ketua umum PP Muslimat NU ini diterima si juru kunci pura, Romo Irwai. 
Pura tempat pengasingan Ken Arok sebelumnya membangun Kerajaan Singasari ini, ada candi yang diapit patung ciri khas Hindu. Candi ini bernama Candi Bentar yang lekat dengan warna hitam. Di bagian kanan candi ada kolam serta Patung Dewi Sarasvati dengan balutan warna putih. 
Menyaksikan keindahan cagar budaya ini, Khofifah mengakui terkagum. ” Ini ada di hutan, begitu hening serta masih tetap terbangun keorisinilanya, ” kata Khofifah penuh kekaguman.
sumber : www.merdeka.com/politik/napak-tilas-di-pertapaan-ken-arok-khofifah-ingin-lestarikan-cagar-budaya.html

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: